Sebagai seorang mukmin, marilah kita gunakan senjata kita (do’a) dengan semaksimal mungkin. Manusia adalah suatu makhluk yang mempunyai kekuatan yang sangat terbatas dan pasti butuh akan suatu yang lebih kuat dan lebih berkuasa. Sangat disayangkan kalau banyak diantara saudara kita yang keliru memilih panjatan dalam memenuhi kebutuhannya akan sesuatu yang lebih. Ada yang memilih batu mustika, ada yan memilih keris, ada yang pergi ke kuburan-kuburan tua atau bahkan ada yang datang kedukun-dukun untuk meminta jampi-jampi. Astaghfirullohal ‘Adziem…

Padalah ada suatu Dzat yang Maha Berkuasa dan Maha Perkasa yang siap membantu kita, yang telah berfirman dalam Alqur’an Surat AlMu’min ayat 60.  yang artinya

 

dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina”.

 

Nah tunggu apalagi, kalau Dia telah berjanji dan menyediakan Diri untuk menjadi penolong kita, apakah kita masih butuh pada keris, batu para dukun dan lain sebagainya?

Tentu saja tidak, karena kalau Allah berjanji maka sesungguhnya Dia tidak akan mengingkari janjiNya.

Berdo’a adalah salah satu ibadah yang sangat disukai oleh Allah SWT. Dengan memanjatkan berdo’a kita merasa butuh akan Allah, kita langsung mengungkapkan permasalahan kita kepadaNya, kemudian dalam do’a juga terkandung dzikir (ingat) Allah dan harapan akan pertolongan Allah.

 

 

Supaya do’a kita cepat terkabul, hendaklah menjalankan adab-adabnya (tata cara berdo’a yang baik). Sebagian adab-adab berdo’a ialah:

 

Lakukan dalam keadaan suci dari hadats sambil menghadap qiblat. Jangan bosan-bosan mengulanginya sampai do’a kita dikabulkan.

 

Carilah waktu-waktu yang mustajab untuk memanjatkan do’a, misalnya sehabis melakukan sholat lima waktu, sehabis melakukan kebajikan (sodaqoh umpamanya), sepertiga malam yang terakhir, malam jum’at dan hari jum’at, diantar adzan dan iqomat, waktu turun hujan lebat dan masih banyak waktu yang lain yang bisa dicari di hadits-hadits Rosululloh SAW.

Ada juga tempat-tempat mustajab untuk berdo’a semisal Multazam, Hijjir Isma’il, di Maqom Ibrohim, Roudhoh dan lain sebagainya.

 

Memulai do’a dengan pujian kepada Allah, baik dengan nama-nama Allah ataupun sifat-sifat Nya, bisa juga denagn menyebut karunia-Nya yang sangat banyak. Lanjutkan dengan bershalawat untuk Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam sesudah itu barulah menyebutkan permintaannya. Kemudian tutuplah dengan membaca shalawat untuk Rasulullah kembali dan memuji kepada Allah Ta’ala.

 

Dari Abu Hurairah RA. Katanya:

“Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seseorang kamu berdo’a, janganlah dia mengucapkan: “Ya Allah ! Ampunilah dosaku, kalau Engkau mau!” Melainkan hendaklah dia meminta dengan sesungguh hati dan memperkuat keinginannya, karena sesungguhnya Allah tidak akan memberikan sesuatu yang tidak dianggap besar (berharga)

 

Perlu diingat bahwa makanan yang halal juga sangat berpengaruh pada kemustajaban do’a yang kita panjatkan. Oleh karena itu hendaklah mengisi perut kita hanya dengan makan yang baik dan halal.