بِسْـــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Pelajaran Dari Nabi Ilyas Dan Ilyasa

Imam Ath Thabary mengatakan bahwa namanya adalah Ilyas bin Yasin bin Fanhash bin Al ‘Aizar bin Harun. Ada pula yang mengatakan Ilyas bin al ‘azir bin Al ‘Aizar bin  Harun bin Imron.  Dalam sebuah riwayat dari Abdullah bin Mas’ud, Imam Ath Thabary mengatakan bahwa Ilyas adalah Idris. Sedangkan Ibnu Katsier mengatakan bahwa Ilyas dan Ilyasin adalah dua nama untuk satu orang.

Diutus kepada kaum Ba’labak, sebuah kampung di sebelah barat Kota Damaskus. Ilyas berdakwah kepada mereka agar meninggalkan sesembahan berhala mereka yang dinamai BA’L. Konon berhala BA’L ini adalah seorang wanita bernama Ba’l. Wallohu A’lam. Pendapat yang benar adalah yang pertama.

Ilyas hidup di akhir kerajaan nabi Sulaiman bin Dawud ( 933 SM ). Pada waktu itu kerajaan bani Israil terbagi menjadi dua. Pertama kerajaan dari keturunan Sulaiman dengan raja pertamanya Rahbi’am bin Sulaiman. Kedua kerajaan yang dipimpin oleh cucu-cucu Afrayim bin Yusuf Ash Shidiq, dengan raja pertamanya   Jar bi’am. Kedua kerajaan ini akhirnya berpecah pelah setelah kekhalifahan Sulaiman ‘alaihi salam dan terjadi banyak perselisihan diantara para pembesar kerajaan. Ditambah lagi sebabb kekufuran dan kesesatan yang tersebar ditengah-tengah mereka. Bahkan seorang raja ( Akhab ) dari mereka ( pasca sepeningal nabi Sulaiman, mempersilahkan istrinya untuk menyebarkan penyembahan kepada berhala yang disebut BA’L.

Menurut pendapat yang kuat, Ilyas adalah nabi yang bernama Eliya, sebagaimana disebutkan dalam kitab Injil Barnabas, pada bahasan nasehat-nasehat Eliya. Tapi bahasan ini tidak dikenal dalam Taurat, hanya saja disebutkan dalam ayat 23- 49 dari kitab Injil Barnabas.

Allah Tabaraka Wa Ta’ala berfirman tentang Ilyas ;

«وَإِنَّ إِلْيَاسَ لَمِنْ الْمُرْسَلِينَ، إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَلا تَتَّقُونَ، أَتَدْعُونَ بَعْلاً وَتَذَرُونَ أَحْسَنَ الْخَالِقِينَ، اللَّهَ رَبَّكُمْ وَرَبَّ آبَائِكُمْ الأَوَّلِينَ، فَكَذَّبُوهُ فَإِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ، إِلاَّ عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ، وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الآخِرِينَ، سَلامٌ عَلَى إِلْ يَاسِين، إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ، إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ» (الصافات:123ـ 132(

dan Sesungguhnya Ilyas benar-benar Termasuk salah seorang rasul-rasul.(ingatlah) ketika ia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu tidak bertakwa? Patutkah kamu menyembah Ba’l, dan kamu tinggalkan Sebaik-baik Pencipta, (yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu?”Maka mereka mendustakannya, karena itu mereka akan diseret (ke neraka), kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa). dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian. (yaitu): “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas?”Sesungguhnya Demikianlah Kami memberi Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.Sesungguhnya Dia Termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.*Ba’l adalah nama salah satu berhala dari orang Phunicia.

 

Dalam surat Al An’am ayat 84 – 90, Allah menyebutkan ;

84.    dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yaqub kepadanya. kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) Yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

85.    dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas. semuanya Termasuk orang-orang yang shaleh.

86.    dan Ismail, Alyasa’, Yunus dan Luth. masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya),

87.    dan Kami lebihkan (pula) derajat sebahagian dari bapak-bapak mereka, keturunan dan saudara-saudara mereka. dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi nabi-nabi dan rasul-rasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

88.    Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya. seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.

89.    mereka Itulah orang-orang yang telah Kami berikan Kitab, hikmat dan kenabian jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, Maka Sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya.

90.    mereka Itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, Maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: “Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quran).” Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh ummat.

 

Dalam Tarikh Ath Thabari disebutkan dari Ibnu Ishaq bahwa Ilyas ketika menyeru kaumnya untuk meninggalkan dari menyembah berhala, dan mengajak agar berpegang teguh beribadah menyembah hanya kepada Allah Tabaraka Wa Ta’ala. Beliau ( Ilyas berdoa ) :

“Ya Allah, Sesungguhnya Bani Israil enggan untuk menerima dakwahku. Bahkan semakin bertambah kufur kepada-Mu dan menyembah selain-Mu ( maksudnya mereka menolak dan tidak memenuhi seruan Ilyas)”. Kemudian Ilyas melanjutkan doanya : “Maka  rubahlah apa yang ada pada mereka dari sebagian nikmatMu”. Kemudian Allah menurunkan wahyu kepada Ilyas : “ Sungguh Kami telah menjadikan urusan rezeki mereka itu ditanganmu wahai Ilyas. Maka silahkan engkau perintahkan hal itu semaumu, ya Ilyas.” Kemudian Ilyas pun berdoa : “ Ya Allah,  tahanlah hujan dari menimpa mereka “ lalu selama 3 tahun tidak terjadi hujan di negeri tersebut. Bahkan sampai-sampai hancur semua binatang dan pepohonan. Disisi lain seluruh penduduk Ba’labak mencurahkan kesungguhannya agar dapat terentaskan dari musibah yang menimpa mereka itu.

Maka setiap kali Bani Israil menemukan makanan, mereka berkata disini ada Ilyas dan selalu memintanya agar menghilangkan musibah yang menimpa mereka itu. Dan selama itu pula, Ilyas bersembunyi dari pandangan mata para penduduk negeri Ba’labak, sedangkan sebagaimana diketahui curahan rezeki sepenuhnya sudah Allah serahkan kepada Ilyas. Perbuatan  itu dilakukan Ilyas, karena kaumnya mendustakannya dan menyelisihinya bahkan hendak membunuhnya.

Hal itu dilakukan terus menerus oleh penduduk Ba’labak, sampai akhirnya Ilyas bersembunyi di sebuah rumah seorang perempuan  Bani Israil yang memiliki seorang putra bernama Ilyasa bin Akhtub yang sedang sakit. Disinilah kemudian Ilyas berusaha menyembuhkan Ilyasa hingga sembuh serta mendoakan agar anak ini dijaga dari segala marabahaya.

Menurut Ath Thabari nama lengkap Ilyasa adalah Ilyasa bin Akhtub.

Sedangkan menurut pendapat Ibnu Asakir nama lengkap Ilyasa adalah Al Asbat bin Adi bin Syautlim  bin Afraim bin Yusuf bin Yaqub bin Ishaq bin Ibrahim Al Khalil.

Ilyasa terus menemani Ilyas dan bermulazamah dengan beliau kemanapun pergi sampai ia beranjak dewasa.  Ditengah-tengah perjalanan Ilyas menghindari tuntutan permintaan kaumnya, Allah mencabut nyawa Ilyas kemudian mewahyukan risalahNya kepada Ilyasa. Gayung pun bersambut, dan ketika sudah dewasa Ilyasa pernah berkata kepada kaumnya : “Wahai Kaumku ! Jika kalian mau meninggalkan dari beribadah kepada berhala itu ( BA’L ), kemudian berdoa kepada Allah agar menghilangkan kesusahan yang ada pada kalian niscaya bencana kekeringan dan paceklik ini akan segera berakhir. “

Akan tetapi, ternyata mereka malahan mengeluarkan berhala-berhala mereka dan melakukan amalan bidah mereka, sebagai tawassul dalam berdoa kepada Allah atas apa yang mereka inginkan. Peringatan Ilyasa ini tidak menjadikan mereka kembali bertaubat kepada Allah bahkan menyebabkan mereka semakin menjadi-jadi tindak kekufurannya.

Sumber:

Al Irsyad Al Islamiyyah